ALHAMDULILAH! Stok Beras Awal 2026 Aman, Bapanas Distribusikan 3,36 Juta Ton Beras

  • Windy Anggraina
  • Selasa, 13 Januari 2026 | 06:44 WIB
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina
Tahun 2026 pemerintah tidak akan impor beras ini alasannya
Tahun 2026 pemerintah tidak akan impor beras ini alasannya

 Riwara.id – Kabar gembira bagi masyarakat Indonesia, Badan Pangan Nasional Bapanas ungkap awal tahun 2026 stok beras aman.

Bapanas) memastikan ketersediaan beras nasional di awal 2026 dalam kondisi aman dengan harga yang terkendali, didukung posisi cadangan beras pemerintah (CBP) yang kuat serta berbagai program distribusi pangan kepada masyarakat.

Direktur Distribusi Pangan Bapanas Rachmi Widiriani mengatakan stok beras yang dikelola Perum Bulog per 12 Januari 2026 tercatat sebesar 3,36 juta ton, terdiri atas CBP sekitar 3,23 juta ton dan stok komersial sekitar 129 ribu ton.

Baca juga: MASIH STABIL! Cek Update Harga Emas Hari Ini 11 Januari 2026, Inikah Saatnya Investasi Logam Mulia?

“Dengan posisi cadangan tersebut pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa impor. Fokus kami saat ini adalah menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga di tingkat konsumen,” ujarnya seperti dilansir Riwara.id dari laman Bapanas, Selasa, 13 Januari 2026.

Pemerintah menegaskan capaian swasembada beras pada 2025 seiring kuatnya produksi dan cadangan nasional, yang menjadi dasar bagi upaya menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi di tingkat konsumen.

Selain menjaga kecukupan cadangan, pemerintah juga terus memperkuat langkah stabilisasi melalui penyaluran bantuan pangan dan intervensi pasar.

Hingga 12 Januari 2026 pukul 04.01 WIB, realisasi penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng alokasi Oktober-November 2025 telah menjangkau 17,67 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) atau 96,71 persen dari total sasaran 18,27 juta PBP.

Total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng. Sisa pagu yang relatif kecil terus dipercepat penyelesaiannya, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis dan akses distribusi.

Rachmi menjelaskan, meskipun pasokan nasional dalam kondisi kuat, perg erakan harga di pasar tetap dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti kelancaran distribusi, permintaan musiman, serta kondisi wilayah tertentu.

Menurutnya swasembada mencerminkan kemampuan negara dalam menjamin pasokan. Namun, harga di tingkat konsumen bisa fluktuasi. Karena itu, pemerintah terus memantau harga harian dan siap melakukan operasi pasar serta penyaluran beras SPHP jika diperlukan.

Bapanas juga mencatat, sebagian besar pemerintah daerah, provinsi dan kabupaten/kota telah memiliki serta mengelola cadangan beras pemerintah daerah (CBPD) sebagai lapisan pengaman tambahan untuk merespons gejolak harga dan kondisi darurat di daerah.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan capaian swasembada beras di Karawang, Jawa Barat pada Rabu (7/1) sebagai tonggak penting kemandirian pangan nasional dari hasil produksi petani dalam negeri.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyampaikan produksi beras sepanjang 2025 mencapai 34,71 juta ton, dengan surplus sekitar 3,52 juta ton dibandingkan kebutuhan konsumsi nasional sebesar 31,19 juta ton per tahun.

Ke depan, pemerintah akan terus mendorong penyerapan produksi dalam negeri, memperkuat distribusi dari sentra produksi ke wilayah konsumsi, serta memastikan program stabi lisasi berjalan tepat sasaran guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas inflasi pangan sepanjang 2026.

Baca juga: PB XIV Hangabehi Laksanakan Salat Jumat di Masjid Bersejarah, Masjid Gedhe Mataram Kotagede Yogyakarta

Berdasarkan Panel Harga Pangan yang dikelola Bapanas per 12 Januari, secara nasional harga beras premium di angka Rp15.384 per kg turun Rp152 dari hari sebelumnya.

Kemudian beras medium Rp13.609 per kg turun Rp145 dari hari sebelumnya, beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) Rp12.408 per kg turun tipis Rp69 dari hari sebelumnya, serta beras khusus lokal Rp15.569 per kg turun Rp219 dari sebelumnya.***

Bapanas mengungkapkan stok beras awal tahun 2026 tergolong aman, masyarakat tidak perlu kahwatir kelangkaan beras

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News