Hindari Jenis Makanan Ini Menjelang Tidur, Bisa Ganggu Pola Tidur dan Tingkatkan Kadar Gula Darah

  • Windy Anggraina
  • Rabu, 14 Januari 2026 | 07:12 WIB
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina

Riwara.id– Pernahkah Anda mengalami gangguan tidur ketika malam hari, misalnya tiba-tiba saja terbangun dan sulit kembali untuk tidur nyenyak. Hal ini mungkin terjadi karena kesalahan konsumsi makanan sebelum tidur yang bisa meningkatkan kadar gula darah.

Dilansir Riwara.id dari laman Best Life, Rabu, 14 Januari 2026, terbangun di tengah malam kerap berkaitan dengan masalah regulasi gula darah.

 Apa yang terjadi adalah ketika gula darah kita naik turun seperti roller coaster sepanjang hari dan tidak terkontrol dengan baik, maka saat tidur di malam hari, terutama di tengah malam, kadar gula darah bisa turun drastis.

Baca juga: Awal 2026 Modal Asing Masuk ke Indonesia Capai Rp1,44 Triliun, Ini Penjelasan Bank Indonesia

Ketika gula darah turun, kortisol akan meningkat untuk menstabilkannya. Namun, karena sifatnya yang sangat stimulatif, lonjakan kortisol ini juga bisa membangunkan kita dari tidur.

Padahal, secara alami, kadar kortisol seharusnya berada pada titik terendah di malam hari dan baru meningkat perlahan menjelang pagi untuk membantu tubuh terbangun.  Jika lonjakan ini terjadi terlalu dini, tubuh akan merespons dengan rasa waspada saat seharusnya masih beristirahat.

Salah satu pemicu utama fluktuasi gula darah di malam hari adalah konsumsi makanan tinggi lemak jenuh sebelum tidur.  Meski lemak tidak secara langsung menaikkan gula darah, para ahli dari Michigan State University (MSU) menyebutkan bahwa makanan berlemak tinggi dapat memperlambat proses pencernaan dan mengganggu kerja insulin.

Lemak makanan tidak langsung memengaruhi kadar gula darah, tetapi konsumsi makanan tinggi lemak dapat memperlambat pencernaan dan membuat insulin bekerja kurang efektif.

Insulin merupakan hormon yang diproduksi pankreas untuk membantu memindahkan glukosa dari makanan ke dalam sel tubuh sebagai sumber energi.  Ketika kerja insulin terganggu, kestabilan gula darah pun ikut terpengaruh, termasuk saat tidur malam.

Dampak jangka panjang yang perlu diwaspadai Gangguan regulasi gula darah yang terjadi berulang tidak hanya berdampak pada kualitas tidur, tetapi juga kesehatan jangka panjang

MSU mencatat bahwa pola makan tinggi lemak jenuh, terutama jika disertai obesitas dan kurang aktivitas fisik, dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Kebiasaan makan sebelum tidur bukan hanya soal kenyamanan tidur malam, tetapi juga investasi kesehatan di masa depan.

Untuk mencegah terbangun di tengah malam akibat lonjakan kortisol, Anda bisa konsumsi lemak sehat saat makan malam.  Lemak jenis ini dilepaskan secara perlahan sehingga membantu menjaga kestabilan gula darah sepanjang malam.

Baca juga: Napak Tilas Leluhur, PB XIV Hangabehi Ingin Kunjungi Semua Masjid di Jawa yang Berhubungan dengan Mataram Islam

Pilih makanan yang melepaskan energi secara perlahan agar gula darah tetap stabil dan Anda bisa tidur lebih nyenyak.***

Hindari jenis makanan ini ketika akan tidur karena bisa menganggu pola tidur dan kesehatan

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News