Riwara.id – Tidak bisa dipungkiri selama dua hari berturut-turut kondisi pasar modal Indonesia babak belur karena berbagai faktor. Hari ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan pengumuman pengunduran diri Dirut Bursa Efek Indonesia, apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam dunia perekonomian.
Pasar saham Indonesia mengalami goncangan hebat dalam beberapa hari terakhir. Kepanikan investor membuat Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah hingga batas penghentian perdagangan sementara atau trading halt pada Rabu dan Kamis.
Anjloknya IHSG terjadi usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis pengumuman terkait metodologi penghitungan free float. Dampakt dari gejolak yang terjadi, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memutuskan untuk mengundurkan diri
Baca juga: Makin Melejit, Harga Emas Antam Hampir Sentuh Rp3 Juta per Gram, Investor Logam Mulia Auto Tersenyum
.
Dirangkum Riwara.id dari berbagai sumber, Jumat, 30 Januari 2026, berikut kronologi lengkap anjloknya IHSG hingga terjadi trading halt, dan memicu Dirut BEI mengundurkan diri.
MSCI Keluar
Masalah bermula ketika MSCI merilis hasil evaluasi terbarunya terhadap pasar saham Indonesia pada Selasa, 27 Januari 2026 waktu setempat. MSCI menyoroti metode perhitungan free float yang diterapkan di pasar saham.
MSCI menetapkan sejumlah perubahan indeks review pada Februari 2026 mendatang. Perubahan sementara untuk pasar Indonesia mencakup tiga hal, pertama pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).
Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga pembekuan perpindahan naik antar-indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
Dalam pengumumannya, MSCI menyebut ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Ketetapan ini juga sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi.
"Perawatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko pergantian indeks dan risiko kelayakan investasi sambil memberikan waktu bagi otoritas pasar yang berwenang untuk menerapkan perbaikan transparansi yang signifikan," tulis pengumuman MSCI.
Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emergen MSCI untuk semua sekuritas Indonesia dan potensi reklasifikasi Indonesia dari status Pasar Emergen ke Pasar Frontier.
IHSG Alami Trading Halt
Pengumuman MSCI memicu sentimen negatif bagi IHSG. IHSG tercatat anjlok menembus batas trading halt 8% yang membuat perdagangan saham dihentikan sementara.
Pada hari Rabu 28 Januari 2026 trading halt dilakukan pukul 13:43:13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Perdagangan dilanjutkan pada pukul 14:13:13 waktu JATS
tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. IHSG pada hari Rabu ditutup di level 8.320,55 atau melemah 659,63 (7,35%).
BEI kembali mengambil langkah trading halt pada Kamis 29 Januari 2026 . Trading halt ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan BEI setelah sebelumnya IHSG sempat menyentuh batas trading halt.
Trading halt kedua dilakukan pada pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Perdagangan dilanjutkan pada pukul 09:56 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.
Dirut BEI Mundur
Di tengah gejolak tersebut, Dirut BEI Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri pada Jumat, 30 Januari 2026. Pengunduran diri ini diumumkan langsung oleh Iman.
Langkah ini ia ambil menyusul runtuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dua hari terakhir. Menurutnya, pengunduran diri ini menjadi tanggung jawabnya terhadap pasar modal.
"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," ujarnya.
Ia berharap, langkah pengunduran diri ini menjadi yang terbaik bagi pasar modal ke depan. Iman mengatakan IHSG bisa kembali menguat beberapa waktu ke depan.***