WADUH! Menteri Kesehatan Ungkap Gejala Depresi di Kalangan Anak dan Remaja Meningkat 5 Kali Lipat

  • Windy Anggraina
  • Rabu, 21 Januari 2026 | 16:13 WIB
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina

 Riwara.id – Baru-baru ini Menteri Kesehatan mengungkapkan fakta mengejutkan tentang remaja dan anak yang menunjukkan gejala depresi akibat kesehatan mental yang buruk.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan temuan serius terkait kondisi kesehatan mental anak dan remaja di Indonesia. Menkes menyebut gejala depresi dan kecemasan pada kelompok usia anak dan remaja tercatat sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan kelompok usia dewasa dan lansia.

Paparan tersebut bersumber dari hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mulai memasukkan skrining kesehatan jiwa sebagai bagian dari pemeriksaan dasar masyarakat. Dari sekitar 27 juta penduduk yang telah menjalani skrining kesehatan jiwa, anak usia sekolah dan remaja menunjukkan proporsi gejala depresi dan kecemasan yang jauh lebih besar.

Baca juga: Pemerintah Beri Diskon 50 Persen untuk Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian Tahun 2026, Ini Dia Penerimanya

"WHO menyebut satu dari delapan sampai satu dari sepuluh penduduk memiliki masalah kejiwaan. Kalau Indonesia, itu artinya sekitar 27 juta orang. Tapi selama ini kita tidak pernah tahu karena tidak pernah diskrining," kata Budi seperti dilansir Riwara.id dari laman dpr.go.id, Rabu, 21 Januari 2026.

Data Kemenkes menunjukkan, pada kelompok anak usia sekolah dan remaja, lebih dari 4 persen hasil skrining mengindikasikan gejala depresi maupun kecemasan. Angka ini kontras dengan kelompok dewasa dan lansia yang prevalensinya berada di bawah 1 persen.

Menurut Budi, rendahnya angka pada kelompok dewasa bukan berarti masalah kesehatan jiwa tidak ada, melainkan karena selama ini sistem pelayanan belum mampu mendeteksi secara luas. "Dengan skrining ini kita jadi tahu. Masalahnya memang besar, tapi baru kelihatan sekarang," jelasnya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Kementerian Kesehatan mulai membangun tata laksana kesehatan jiwa di Puskesmas, sesuatu yang sebelumnya hampir tidak tersedia. Layanan tersebut mencakup edukasi, konseling psikologis, hingga terapi dan pemberian obat untuk kasus yang membutuhkan penanganan medis.

"Sekarang kita sudah siapkan tata laksananya, baik yang butuh obat maupun yang cukup dengan psikologi dan konseling. Targetnya semua bisa dilayani di Puskesmas," tegas Budi.

Baca juga: Industri Manufaktur Tumbuh Diatas 5 Persen, Mampu Serap 218.892 Tenaga Kerja, Pemerintah Tingkatkan Pasar Domestik

Menkes menekankan, deteksi dini masalah kesehatan mental jauh lebih murah dan efektif dibandingkan penanganan di tahap lanjut.***

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan temuan serius terkait kondisi kesehatan mental anak dan remaja di Indonesia. Menkes menyebut gejala depresi dan kecemasan pada kelompok usia anak dan remaja tercatat sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan kelompok usia dewasa dan lansia.

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News