Dukung Stabilitas Pasar Modal Indonesia, BCA Buy Back Saham Senilai Rp5 Triliun

  • Windy Anggraina
  • Kamis, 29 Januari 2026 | 12:33 WIB
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina
BCA proyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 tumbuh 5,1 persen
BCA Buy Buck Saham Senilai Rp5 Triliun

 

Riwara.id – Kabar terbaru datang dari bank BCA, BCA mengumumkan informasi penting tentang pembelian saham kembali atau buy buck dengan nilai yang cukup tinggi.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melakukan pembelian kembali saham perseroan (shares buyback) yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar-besarnya Rp5 triliun termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain.

Aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka mendukung stabilitas pasar modal Indonesia, meningkatkan kepercayaan investor, serta memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi para pemegang saham.

Baca juga: PB XIV Hangabehi Tampil Berwibawa di Tingalan Jumenengan Mangkunegara X

Dilansir Riwara.id dari laman bca.co .id, Kamis, 29 Januari 2026, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Hary, mengatakan periode pelaksanaan shares buyback adalah selama 12 bulan sejak disetujuinya rencana shares buyback oleh rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang rencananya akan dilaksanakan pada 12 Maret 2026.

“Pelaksanaan shares buyback tersebut dapat diakhiri lebih cepat oleh perseroan dengan tetap memperhatikan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” terangnya.

BCA menyampaikan jumlah saham yang dibeli kembali oleh perseroan tidak akan melebihi 10 persen dari modal disetor perseroan.

Pelaksanaan shares buyback juga tidak akan mengakibatkan penurunan modal di bawah batas minimum, sebagaimana dipersyaratkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum sebagaimana telah diubah terakhir dengan POJK No. 27 Tahun 2022 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.

"Pelaksanaan shares buyback ini tidak memiliki dampak material bagi kinerja keuangan dan kegiatan usaha perseroan," ujar Hera.

Hera menegaskan bahwa dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, BCA senantiasa mematuhi prinsip good corporate governance (GCG) dan mema tuhi segala peraturan atau ketentuan yang berlaku.

Per akhir Desember 2025, BCA membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun pada tahun 2025, tumbuh 4,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari sisi intermediasi, total kredit BCA tumbuh 7,7 persen yoy menjadi Rp993 triliun. Secara rata-rata, pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8 persen sepanjang 2025.

Baca juga: DIBUKA! Lowongan Kerja di Bank Indonesia Malang, Pendidikan Minimal S1, Ini Dia Persyaratan Lengkapnya

Sementara, dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) BCA tumbuh 10,2 persen yoy mencapai Rp1.249 triliun, di mana dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1 persen yoy hingga Rp1.045 triliun.***

 

 

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melakukan pembelian kembali saham perseroan (shares buyback) yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar-besarnya Rp5 triliun termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News