Perizinan Impor Selesai, Pemerintah Pastikan Harga Bawang Putih dan Minyak Goreng Turun, Ibu Rumah Tangga Full Senyum

  • Windy Anggraina
  • Jumat, 30 Januari 2026 | 13:22 WIB
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina
Cegah persaingan ahrga yang tidak sehat, pemerintah tetapkan harga resmi distribusi Minyak Kita
Kemendag berjanji harga bawang putih dan minyak goreng segera turun

 

Riwara.id – Sebentar lagi ibu-ibu rumah tangga akan tersenyum lebar, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan belum lama ini mengumumkan tengah menyelesaikan perizinan impor terkait bawang putih dan minyak goreng. Jika perizinan ini selesai harga bawang putih dan minyak goreng akan mengalami penurunan.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga bawang putih bakal turun dalam waktu dekat. Hal ini terjadi karena persoalan Perizinan impor (PI) sudah diselesaikan.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan dengan telah diselesaikan persoalan izin impor tersebut. Bawang putih impor diperkirakan mulai masuk ke Indonesia pada akhir Januari hingga awal Februari 2026.

Baca juga: ASIK! Harga Ayam dan Telur Hari Ini Alami Penurunan, Segini Harga Ayam per Kilogram, Ibu Rumah Tangga Wajib Simak

 "Barang bawangnya sudah ada di Tanjung Priok seharusnya tuh di akhir Januari ini atau di awal Februari. Kalau barangnya sudah ada, otomatis itu akan turun. Akan sesuai dengan harga acuan," seperti dikutip Riwara.id dari laman Kemendag, Jumat, 30 Januari 2026.

Selain bawang putih, Iqbal mengatakan harga minyaKita juga akan turun hingga mencapai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Saat ini kata Iqbal, harga MinyaKita sudah menunjukkan penurunan harga.

"Minggu lalu itu rata-rata nasional harga minyak kita itu Rp 16.800, sekarang itu sudah menjadi Rp 16.500. Terjadi penurunan. Nah ini kita harapkan kalau misalnya ini sudah optimal nanti di akhir bulan ini, itu bisa mencapai harga eceran tertinggi yang telah kita sepakati bersama. Itu terkait minyak kita," katanya.

Sebelumnya, Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Edy Priyono mengatakan untuk bawang putih harganya rata-rata nasional mencapai Rp 44.700 per kilogram (kg), sementara harga acuan pembelian (HAP) Rp 38.000/kg. Menurutnya ini masalah lama yang tidak kunjung usai.

 "Kami berharap bisa mengevaluasi akan implementasi kebijakan bawang putih karena harganya jauh lebih tinggi dari harga acuan. Meskipun kita lihat antar daerah juga tidak semua daerah harganya sangat tinggi," jelasnya.

Untuk harga Minyakita saat ini telah mencapai Rp 17.300/liter. Padahal harga eceran tertinggi (HET) Minyakita Rp 15.700/liter.

Menurut Edy salah satu penyebab tidak kunjung turunnya harga Minyakita karena rantai distribusi yang panjang. Seharusnya rantai distribusinya dari produsen ke distributor 1, distributor 2, langsung ke pengecer.

Sementara nyatanya, rantai itu tidak berlaku di lapangan. Para pedagang melakukan dua hal untuk memasok Minyakita, pertama mengandalkan sales yang menawarkan ke warung mereka dan kedua membeli dari sesama pengecer.

"Di lapangan jarang pengecer yang mengambil Minyakita langsung ke distributor, atau d2. Ternyata, pengecer itu kan bukan hanya jual Minyakita, jual bumbu, sembako, sehingga mereka tidak mengambil sendiri. Mereka pengandalkan sales yang datang kemudian memasok Minyakita, juga ada yang beli di pengecer lain, jadi sulit harganya dijaga di HET," tambahnya.

Edy juga mencurigai masalah tingginya Minyakita karena pasokan yang terbatas. Karena menurutnya saat ditelusuri ke pasar, pasokan Minyakita sedikit. Di sisi lain Domestic market obligation (DMO) atau pasokan minyak dalam negeri sebagai Minyakita tercatat cukup untuk kebutuhan dalam negeri.

Baca juga: Tingalan Jumenengan Pura Mangkunegaran ke 4 Digelar Hari Ini, Tak Hanya Jadi Pusat Daya Tarik Wisata, Ini Makna Ritual Adat Warisan Leluhur

"Sampai saat ini, ini masih merupakan indikasi, jangan-jangan pasokan DMO tidak sama dengan pasokan Minyakita. Karena ketika di pasar Minyakita ada, kita temui, tetapi jumlahnya tidak banyak," pungkas Edy.***

 

 

 

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga bawang putih bakal turun dalam waktu dekat. Hal ini terjadi karena persoalan Perizinan impor (PI) sudah diselesaikan

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News