RIWARA.id - Kementerian Agama (Kemenag) tahun ini mengalokasikan anggaran Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) sebesar Rp1,6 triliun.
KIP Kuliah itu ditujukan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin ingin PTKN bisa mengalokasikan anggaran beasiswa bagi mahasiswa asing dan kepada warga sekitar kampus.
Menurutnya, beasiswa bagi mahasiswa asing menjadi langkah strategis yang akan berdampak besar bagi perguruan tinggi dan bangsa Indonesia.
“Mengapa banyak orang Indonesia kuliah di Universitas Al Azhar? Karena disana kuliahnya gratis dengan beasiswa dan biaya hidup yang murah,” ungkap Kamaruddin Amin dikutip Riwara.id dari laman kemenag.go.id, Senin 19 Januari 2026.
Kamaruddin menyebut jika Indonesia berpeluang besar menjadi destinasi pendidikan Islam di dunia.
Saat ini, menurut Peneliti di Inggris, ada tiga universitas yang berpengaruh di dunia Islam yaitu Universitas Al Azhar, Universitas Madinah dan Universitas Internasional Iran.
Selain beasiswa mahasiswa asing, Kamaruddin Amin ju ga menyinggung pentingnya perhatian civitas akademika PTKN untuk menguatkan kehadirannya kepada masyarakat sekitar.
Baca juga: INFO PENTING! Ini Dia Daftar 144 Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan Tahun 2026, Simak Baik-baik
“Di sekitar kampus banyak keluarga yang kurang mampu sehingga PTKN bisa ikut membantu mereka, salah satunya dengan memberikan beasiswa,” kata Kamaruddin.
Ia berharap Perguruan Tinggi bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat, di tengah kebutuhan masyarakat yang kian kompleks.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Ruchman Basori, menambahkan koordinasi KIP-K sangat penting untuk menata ulang penyelenggaraan KIP Kuliah.
Diharapkan pelaksanaan KIP Kuliah bisa dilakukan secara profesional, transparan dan akuntabel, karena nilainya mencapai Rp1,6 triliun.
“Para Direktur Pendidikan pada Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha diharapkan bisa berkolaborasi memberikan kesempatan studi kepada mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu,” terang Ruchman.
Presiden Prabowo Dorong Perluasan Beasiswa
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan strategis untuk penguatan pendidikan tinggi nasional dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia Tahun 2026.
Taklimat tersebut menyoroti perlu asan akses beasiswa, penguatan sains dan teknologi, serta pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan secara nasional.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa para rektor dan guru besar mengapresiasi adanya forum dialog langsung dengan Presiden Prabowo.
Bahkan para rektor dan pimpinan perguruan tinggi mengusulkan agar forum serupa dapat dilaksanakan secara rutin.
Dalam taklimat tersebut, Menteri Pras juga menyebut bahwa Presiden Prabowo mendapatkan laporan terkait jumlah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Indonesia.
Saat ini, mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan mencapai 9,9 juta orang. Namun, dari jumlah tersebut, penerima beasiswa masih terbatas yakni 1,1 juta penerima.
Presiden Prabowo pun meminta Kemendiktisaintek untuk melakukan penghitungan dan perumusan ulang kebijakan, agar jumlah penerima beasiswa dapat diperluas secara signifikan.
Kemenag telah menyiapkan anggaran Rp1,6 triliun untuk KIP Kuliah tahun 2026. KIP Kuliah itu untuk mahasiswa di PTKN.